Mengenal Design Thinking, Solusi Memecahkan Masalah

Helps You Rediscover Yourself

Mengenal Design Thinking, Solusi Memecahkan Masalah

ideas-design-thinking

Arti dan Tahapan Design Thinking

Pada Awalnya Design Thinking hanya digunakan oleh designer untuk memecahkan masalah dengan melakukan pendekatan dari sisi kliennya, designer berusaha mencari akar masalah tersebut dan melakukan inovasi sehingga masalah tersebut dapat di pecahkan. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, design thinking ternyata bisa juga diterapkan untuk memecahkan masalah pada bidang lain seperti bisnis dan lainnya. Untuk itu rasanya kamu perlu mengetahui arti dan tahapan dari design thinking sehingga kamu bisa lebih kreatif dalam memecahkan masalah.

Pengertian

Design Thinking adalah sebuah metodologi pendekatan pencarian solusi berbasis desain untuk memecahkan suatu masalah. Design Thinking ditujukan untuk memecahkan masalah yang kompleks, yang belum terdefinisi secara jelas atau masalah yang belum ada/ditemukan solusinya terbaiknya dengan cara memahami kebutuhan manusia sebagai pengguna solusi (user), dengan menciptakan ide-ide melalui brainstorming serta melakukan pembuatan prototype dan pengujian langsung prototype tersebut. Untuk dapat memecahkan masalah menggunakan design thinking setidaknya kamu perlu memahami 5 tahapan berikut ini:

1. Empathise (Empati)

empathy-map
Menggunakan Empati Untuk Bisa Lebih Memahami Masalah Source: https://www.interaction-design.org

Untuk dapat memecahkan suatu masalah, kamu perlu memahami masalah yang sedang kamu hadapi dengan menumbuhkan rasa empati. Rasa empati ini bertujuan membuat kamu semakin mengerti kebutuhan, tujuan, dan keinginan user. Dalam tahapan ini kamu harus menahan segala asumsi kamu terkait keinginan user dan sebaliknya, kamu harus melakukan riset untuk mengumpulkan informasi dan sudut pandang dari user untuk melihat sisi psikologis dan emosionalnya.

2. Define The Problem (Definisikan Masalahnya)

defining-problem
Temukan penyebab hambatan utama dalam masalahmu. Pic by: pexels.com

Dalam tahapan ini kamu mengumpulkan seluruh informasi dan sudut pandang yang sudah kamu riset untuk di analisis apa yang menjadi permasalahan atau hambatan utama bagi user. Pada tahap ini diharapkan kamu dapat menciptakan gambaran ide-ide untuk menyelesaikan masalah atau setidaknya meringankan masalah di hadapi dengan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Sebagai ilustrasi, sebagai perusahaan sedang mengalami masalah pangsa pasar produk makan untuk remaja menurun dan harus ditingkatkan 5%. Daripada kamu harus melakukan penetrasi pemasaran, akan lebih baik jika kamu melakukan riset kebutuhan makanan dan makanan yang sering dikonsumsi oleh remaja untuk kamu produksi, sehingga diharapkan nantinya remaja akan memilih produk makanan kamu dan pangsa pasar akan meningkat.

3. Ideate (Menciptakan Ide)

think-outside-of-the-box-design-thinking
Ciptakan ide-ide yang tidak biasa untuk menyelesaikan masalahmu. Pic by: pexels.com

Dalam tahapan ini kamu diharapkan sudah dapat menciptakan ide out of the box untuk mengidentifikasi solusi atas hambatan utama. Selain itu, kamu juga diharapkan dapat menciptakan cara alternatif untuk memecahkan masalah tersebut. Ada berbagai macam teknik menggali ide yang bisa digunakan seperti brainstorm, brain white, scamper, mind mapping hingga worst possible idea, namun brainstorm dan worst possible idea merupakan hal yang paling umum dilakukan.

4. Prototype

engineers-testing-prototype-product-of-design-thinking
Membuat prototype dalam design thinking. Pic by: pexels.com

Setelah kamu merumuskan ide-ide terbaik yang paling memungkinkan untuk di lakukan, kamu perlu membuat prototype dari ide tersebut. Langkah ini menjadi suatu hal penting karena kamu akan mencoba mengubah ide yang sudah ditentukan tadi menjadi tiruan produk nyata atau produk uji coba. Prototype tidak harus sebagai tiruan produk namun bisa juga menjadi langkah-langkah dalam mengupayakan solusi dari suatu masalah. Di tahap ini kamu akan fokus pada kendala dan kekurangan prototiype tersebut. Prototype ini juga perlu terus ditingkatkan, dirancang, diperbaiki sehingga mendekati hasil dari produk yang diinginkan.

5. Test

man-testing-product-of-design-thinking
Tes protoype penting dilakukan sebelum mengerjakan produk sebenarnya. Pic by: pexels.com

Tahapan terakhir adalah kamu akan menguji prototype langsung kepada sebagian kecil user. Di tahap ini kamu akan melihat bagaimana respon user terhadap prototype-mu dan mengumpulkan umpan balik berupa pengalaman mereka menggunakan prototype tersebut. Dengan mengujinya kepada user, kamu bisa tahu kekurangan dan keunggulan dari produkmu tersebut, sebelum mulai menjualnya ke pasaran.  Ini adalah tahapan terakhir dari proses design thinking. Namun dalam praktiknya kelima tahapan dalam proses design thinking ini akan terus berulang. Karena, hasil dari fase pengujian ini kamu bisa gunakan untuk menemukan masalah-masalah baru lainnya yang akan dihadapi user.

stages-of-design-thinking
Tahapan Design Thinking Source: https://www.interaction-design.org

Dari ulasan diatas, sekarang tentu kamu sudah memahami design thinking yang bisa membantumu dalam menyelesaikan masalah, namun sebelum kamu menguasainya ada baiknya kamu mempelajari critical thinking terlebih dahulu untuk dapat mengiidentifikasi masalah.

Jadi bagaimana menurutmu? Menarik untuk dipelajari dan dicoba ‘kan? Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang ingin menambah skill berpikir kamu ya!

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *